Unsoed Bangun Desa Mandiri Berkelanjutan

PURWOKERTO-(TERBITTOP.COM)-Pelaksanaan KKN Tematik posdaya Universitas Jenderal Sudirman (Unsoed) difokuskan membangun desa mandiri berkelanjutan.KKN yang diikuti 2542 orang mahasiswa disebar dalam 6 kabupaten,15 kecamatan dan 123 desa berlangsung selama 35 hari diikuti 12 Fakultas yang ada mulai 28 Juli hingga 31 Agustus 2015 dengan melibatkan dosen pembimbing 97 DPL (Dosen Pembimbing Lapangan). Ketua LPPM,Prof Dr Suwarto […]

kkn tematik unsoedPURWOKERTO-(TERBITTOP.COM)-Pelaksanaan KKN Tematik posdaya Universitas Jenderal Sudirman (Unsoed) difokuskan membangun desa mandiri berkelanjutan.KKN yang diikuti 2542 orang mahasiswa disebar dalam 6 kabupaten,15 kecamatan dan 123 desa berlangsung selama 35 hari diikuti 12 Fakultas yang ada mulai 28 Juli hingga 31 Agustus 2015 dengan melibatkan dosen pembimbing 97 DPL (Dosen Pembimbing Lapangan).

Ketua LPPM,Prof Dr Suwarto MS mengatakan,sebelum diterjunkan mahasiswa telah diberikan pembekalan proses dan pembeklan materi isi. Selain KKN Tematik, Unsoed memiliki 6 jenis KKN yang pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi untuk merespons kebutuhan masyarakat.

“Jumlah KKN yang besar ini merupakan rekor bagi Unsoed,”kata Prof Dr Suwarto pada pelepasan KKN Tematik Posdaya di Kampus Unsoed,Senin (29/7).

Dikatakan, jenis KKN yang dilaksanakan adalah KKN Tematik, terdiri 6 jenis yakni KKN Tematik Posdaya, TPM,Mandiri,KKN Mitigsi Bencana,KKN Pesantren,KKN Pembelajaran Masyarakat (PPM) ,KKN Kerja Usaha dan masih ada tergantung kebutuhan.KKN tematik ini besar manfaatnya.

“KKN adalah salah satu realisasi dari visi Perguruan Tinggi sekaligus salah satu sarana Perguruan Tinggi menyentuh persoalan-persoalan masyarakat sehingga Perguruan Tinggi tidak menjadi menara gading,”jelasnya.

Prof Suwarto mengatakan, untuk dosen pembimbing juga telah diberikan pembekalan. Dan pada Oktober mendatang Unsoed juga akan melaksanakan KKN Tematik dan KKN bersama TNI/Polri.

“Kita lebih melaksanakan jenis KKN tematik, karena hasilnya akan lebih mudah diukur. Dengan demikian, dampak dan manfaatnya akan lebih banyak dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Dia juga menyebutkan, KKN tematik yang dipilih Unsoed ini sesuai dengan visi Unsoed mendidik kecerdasan emosi dan spiritual mahasiswa agar memiliki kepekaaan sosial yang tinggi dan bisa berempati pada masyarakat.

Rektor Unsoed,Dr Achmad Iqbal mengatakan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk mengembangkan kehidupan desa. Dengan demikian, perguruan tinggi membangun kepekaan terhadap dinamika masyarakat desa yang jumlahnya lebih lebih besar ketimbang masyara­kat kota.

“Program kuliah kerja nyata (KKN) harus bisa meng­­hilangkan sekat-sekat yang mengabaikan peran desa. Se­kaligus menghilang­kan stigma yang menyebut­kan hidup di desa tak menjanjikan,” kata Rektor Dr Ir H Achmad Iq­bal MSi.

Dia mengatakan,Unsoed adalah pioner dalam melahirkan KKN Tematik Posdaya yang kini banyak diikuti kampus di berbagai daerah.

Rektor minta agar program KKN Tematik diperluas ke daerah kabupaten lainnya yang ada di sekitar Banyumas. “Pembagunan desa berkelanjutan harus menjadi prioritas dalam pelaksanaan KKN Tematik Posdaya. Setiap desa harus ada pos pemberdayaan bagi masyarakat,”ujarnya.

Prof Haryono berharap,Unsoed bisa membuat daftar isian Posdaya,sehingga bukan sekedar tempat kumpul kumpul tetapi, bisa mengolah dan mengembangkan hasil produksi yang ada seperti rumput laut dsbnya.

“Unsoed juga harus menciptakan audit keuangan yang sederhana bagi masyarakat sehingga usaha dari binaan dengan kfedit tabur puja bisa dimengerti masyarakat di pedesaan serta bisa berkembang pesat,”kata Prof Haryono.(ris)

Unsoed Kembangkan Posdaya Di Pesisir Pantai

PURWOKERTO-(TERBITTOP.COM)-Universitas Jenderal Sudirman (Unsoed) akan mengembangkan Posdaya (Pos Pemberdayaan Masyarakat) di daerah pesisir pantai dengan mengolah hasil rumput laut serta hasil pertanian lainnya yang bisa diolah di lahan tepi pantai,karena di kampus ini memiliki Fakultas Bidang Kelautan dan Perikanan.Jadi tidak saja menanam rumput laut tetapi akan mengembangkannya diolah menjadi produk yang siap pasar. Disamping dibidang […]

prof haryono saat melepas KKN Tematik UnsoedPURWOKERTO-(TERBITTOP.COM)-Universitas Jenderal Sudirman (Unsoed) akan mengembangkan Posdaya (Pos Pemberdayaan Masyarakat) di daerah pesisir pantai dengan mengolah hasil rumput laut serta hasil pertanian lainnya yang bisa diolah di lahan tepi pantai,karena di kampus ini memiliki Fakultas Bidang Kelautan dan Perikanan.Jadi tidak saja menanam rumput laut tetapi akan mengembangkannya diolah menjadi produk yang siap pasar. Disamping dibidang pertanian akan mengembangkan bibit pisang cavendish serta
sayur bayam, cabe dan terong sehingga menjadi kebun bergizi.

“Unsoed siap mengembangkan olahan hasil laut dan bibit cavendish tersebut,serta menciptakan managemen keuangan yang sederhana bagi para pedagang,”kata Rektor Universitas Jeneral Soedirman (Unsoed),Dr Ir H Achmad Iqbal Msi menjawab wartawan di sela sela acara pelepasan peserta KKN Tematik Posdaya di kampus Unsoed, Purwokerto, Jawa Tengah, Senin (27/8).

Sebelumnya Ketua Yayasan Damandiri Prof Haryono menyarankan agar Unsoed mengembangkan hasil pengolahan laut tidak saja menanam rumut laut tetapi mengembangkan olahannya tersebut. Damandiri juga memberikan 1 truck bibit pisang cavendish sebanyak 2500 bibit untuk ditebar oleh mahasiswa KKN Tematik Unsoed. Selain membuatkan managemen audit sederhana bagi para pedagang, Unsoed diharapkan bisa membuat daftar isian Posdaya.

Rektor Unsoed menyambut baik usulan tersebut dan bersedia mengembangkan olahan hasil laut itu dengan membangun Posdaya di pesisir pantai.Sebanyak 2.542 mahasiswa Unsoed akan mengikuti KKN di Tematik yang disebar di sejumlah kabupaten seperti Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, Brebes, dan Kebumen.

Selain jajaran petinggi di Unsoed, pelepasan peserta KKN juga dihadiri Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono, Sekretaris Yayasan Yamandiri Dr Sudarmadji, Deputi Umum Dr Mulyono D Prawiro serta Kepala Badan Narkoba Nasional Kabupaten (BNNK) Purbalingga, AKBP Edi Santosa MSi.

Rektor menambahkan, mahasiswa harus bisa mengubah kesan desa miskin menjadi daerah potensial seperti halnya perkotaan “Sesungguhnya desa punya segudang potensi.Ajang KKN ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa mengaplikasikan ilmunya yang didapat dari bangku kuliah.” kata Rektor Dr Ir H Achmad Iqbal.

Dikatakan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk mengembangkan kehidupan desa. Dengan demikian, perguruan tinggi membangun kepekaan terhadap dinamika masyarakat desa yang jumlahnya lebih lebih besar ketimbang masyarakat kota. “Program kuliah kerja nyata (KKN) harus bisa menghilangkan sekat-sekat yang mengabaikan peran desa. Sekaligus menghilangkan stigma yang menyebutkan hidup di desa tak menjanjikan,”tuturnya.

Rektor mengatakan, Unsoed tetap akan mempertahankan KKN bagi mahasiswanya, karena memiliki fungsi ganda,yakni bermanpaat bagi pemerintah daerah dan mahasiswa.Bahkan kini berkembang menjadi KKN Tematik, dimana Unsoed adalah pioner berlangsungnya KKK Tematik Posdaya. OLeh karenanya kata rektor, Unsoed tetap melakukan KKN bagi mahasiswanya, serta concern dengan pembangunan pedesaan berkelanjutan untuk menciptakan desa mandiri.

“Pembangunan desa mandiri menjadi program kelanjutan KKN mahasiswa Unsoed,”kata Dr Ir H Achmad Iqbal. Bahkan lanjutnya, dalam pelaksanaan KKN Tematik Posdaya terus mengembangkan KKN terus hingga ke desa desa di sekitar Banyumas,”ujarnya. Rektor juga berharap, mahasiswa peserta KKN Tematik Posdaya untuk menyerap semua permasalahan yang ada di masyarakat, sehingga bisa di aplikasikan bagi pemberdayaan masyarakat.
Segudang Potensi
“Desa memiliki segudang potensi yang bisa dikembangkan.Mahasiswa bisa mengubahnya dengan membentuk desa mandiri,”kata rektor. Dengan adanya desa mandiri, maka harus ada Posdaya mandiri dan pos lainya. Rektor berharap mahasiswa bisa mengembangkan desa mandiri di desa desa yang tertinggal.Unsoed akan memperluas jangkauan KKN bagi mahasiwanya ke daerah kabupaten di sekitar Banyumas.

Pada kesempatan itu Ketua Yayasan Damandiri,Prof Haryono berpesan agar mahasiswa memiliki sikap mental baja dalam menghadapi masyarakat desa. Karena banyak masyarakat desa yang hidupnya masih prasejahtera. “Ini tantangan bagi peserta KKN Tematik agar bisa mengubah kehidupan masyarakat menjadi lebih baik. Mahasiswa harus mengedepankan kebersamaan, gotong royong dan sikap santun,” ujarnya.

Prof Haryono menganalogikan kegiatan KKN mahasiswa dengan ulat bulu dan kupu kupu. Ulat bulu tidak disukai karena membuat gatal. Namun, ulat bulu yang mengubah diri menjadi kepompong lalu kupu-kupu akan memperlihatkan keindahan bagi yang melihatnya. “Kehadiran mahasiswa harus membawa makna dan bermanfaat bagi masyarakat.

Mahasiswa harus bisa menginspirasi dan terinspirasi oleh desa,” ucap Haryono menegaskan.
Seusai pembukaan KKN, Prof Dr Haryono, Sekretaris Dr Sudarmadji dan Deputi Umum Dr Mulyono D Prawiro beramah tamah di Gedung Rektorat Unsoed.Dalam kesempatan itu, Rektor Unsoed yang didampingi Kepala LPPM Prof Suwarto minta Yayasan Damandiri meningkatkan kerja sama program KKN tematik, karena banyak bupati yang berminat dengan program ini. Hal ini juga sesuai Pola Ilmiah Pokok Unsoed, yaitu mengembangkan pedesaan secara berkelanjutan. “KKN tematik ini besar manfaatnya.

Misalnya, baru baru ini Bupati Banyumas datang ke Unsoed minta agar Unsoed membantu manangani masalah resiko kematian ibu hamil. Permintaan ini tentu kami sanggupi, karena Unsoed punya Fakultas Kedokteran.

“Lalu kita bentuk KKN Tematik reksiko kematian ibu hamil.Kami juga punya KKN Mitigasi Bencana, KKN Pesantren, KKN Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM), KKN Kerja Usaha, dan masih banyak lagi tergantung kebutuhan,” kata Achmad Iqbal.Permintaan ini disambut gembira Ketua Yayasan Damandiri. Bahkan, Haryono minta KKN di Unsoed dikembangkan di masyarakat pesisir.

Menurut Prof Haryono, pihaknya akan memberikan bantuan bibit pisang cavendish sebanyak 2500 bibit dan bibit bayam dan cabe sehingga, mahasiswa nantinya dapat mengembangkan tanaman tersebut, sehingga terciptanya kebun gizi ditengah masyarakat desa.

Selain juga Unsoed bisa menciptakan managemen keuangan yang sederhana pada pedagang yang dibina selama ini. “Dengan adanya ada tabur puja yang dibina oleh kampus Unsoed, seperti di Cilacap- Purbalingga, mereka melayani anggota Posdaya yang usaha tidak saja produksi tetapi perdagangan,”kata Prof Haryono.(ris)

BNN Sampaikan Bahaya Narkoba di SMK Cirebon

CIREBON-(TERBITTOP.COM)-Badan Narkotika Nasional mengisi Masa Orientasi Siswa SMK Muhammadiyah Kota Cirebon, Selasa (28/7). Dalam MOS ini, BNN menyampaikan tentang bahaya narkoba kepada siswa baru. Namun, berbeda dengan penyuluhan BNN di tempat lain, kali ini BNN mengajak para siswa untuk lebih komunikatif dalam menyampaikan persoalan seputar bahaya narkoba. Kepala Seksi Pemberantasan BNN, Sidik Lingga Kusuma mengatakan, […]

BNN Sampaikan Bahaya Narkoba di SMK Cirebon

BNN di CirebonCIREBON-(TERBITTOP.COM)-Badan Narkotika Nasional mengisi Masa Orientasi Siswa SMK Muhammadiyah Kota Cirebon, Selasa (28/7). Dalam MOS ini, BNN menyampaikan tentang bahaya narkoba kepada siswa baru. Namun, berbeda dengan penyuluhan BNN di tempat lain, kali ini BNN mengajak para siswa untuk lebih komunikatif dalam menyampaikan persoalan seputar bahaya narkoba.

Kepala Seksi Pemberantasan BNN, Sidik Lingga Kusuma mengatakan, upaya pendekatan kepada siswa harus lebih kreatif, sehingga penyampaian tentang bahaya narkoba dirasakan lebih nyaman. “Sehingga siswa pun bisa menerima penyampaian dengan lebih baik dan bisa cepat terserap,” ujar Sidik. Sidik menambahkan, para siswa diajak untuk berdiskusi kemudian menyampaikan beberapa persoalan narkoba yang pernah menjadi kasus.

“Dengan cara seperti ini maka akan terdapat komunikasi dua arah. Kami tidak sekedar memberikan sosialisasi secara satu arah,” tambahnya. Sidik menambahkan, sosialisasi narkoba terus digalakkan, terutama kepada kalangan usia remaja. “Usia ini merupakan usia coba-coba, harus dimasukkan pemahaman yang serba positif.

Kalau tidak seperti ini maka pemahaman yang negatif akan masuk, termasuk di antaranya mencoba narkoba,” ujarnya. Sidik berharap siswa bisa secepatnya memahami soal bahaya narkoba.

“Saya apresiasi sekolah yang menerapkan dan menekankan tentang bahaya narkoba dalam MOS, berharap kegiatan ini bisa ada manfaatnya,” katanya. (ts)

Universitas Trilogi Santuni Ratusan Anak Yatim

JAKARTA (TERBITTOP.COM) — Berbarengan dengan acara buka puasa bersama di hari yang ke-23, Jumat (10/7), mahasiswa, dosen dan seluruh civitas akademika Universitas Trilogi (Untri) Jakarta, menyantuni lebih dari seratus anak yatim yang berasal dari lingkungan kampus. “Santunan diberikan, bukan saja karena kewajiban selaku umat Islam di bulan yang suci ini, tapi juga untuk mengajak seluruh […]

Yatim Trilogi1JAKARTA (TERBITTOP.COM) — Berbarengan dengan acara buka puasa bersama di hari yang ke-23, Jumat (10/7), mahasiswa, dosen dan seluruh civitas akademika Universitas Trilogi (Untri) Jakarta, menyantuni lebih dari seratus anak yatim yang berasal dari lingkungan kampus.

“Santunan diberikan, bukan saja karena kewajiban selaku umat Islam di bulan yang suci ini, tapi juga untuk mengajak seluruh insan akademis peduli terhadap kondisi sosial dan kehidupan masyarakat sekitar kampus,” kata Rektor Untri Prof Dr Asep Saefuddin usai berbuka dan salat Maghrib berjamaah di masjid kampus.

Yatim Trilogi3Guru besar ilmu statistik ini mengungkapkan, pemberian santunan kepada anak yatim bisa dilakukan kapan saja. Baik pada hari anak yatim, yang disebut Idul Yatama atau pun pada hari-hari biasa. Dan, Untri telah mentradisikan sejak berdirinya universitas ini, memberikan santunan terhadap anak yatim menjelang akhir Ramadan.

“Kita ingin berbagi kebahagiaan dengan para anak yatim yang ada di sekitar kampus, sekaligus menjadi bentuk perhatian kita pada lingkungan sekitar. Tidak perlu yang jauh-jauh dulu,” tambah Prof Asep.

Sejalan dengan pernyataan Rektor Untri, Ustadz Hafidz Hormat dari Pesantren Riyadhul Falah Ciamis yang memberikan tausiyah menjelang berbuka, menyatakan perlunya semua pihak, termasuk insan kampus, menebar rasa kasih sayang dan perhatian pada anak yatim, selain juga kaum dhuafa di sekitarnya.

“Kita harus membingkai bulan Ramadan ini dengan jiwa sosial kita. Jangkau dulu yang dekat- dekat, setelah itu yang jauh, dan pada akhirnya kepada seluruh umat,” kata Ustadz Hafidz yang mengapresiasi tradisi buka puasa bersama Untri, dengan dibarengi pemberian santunan kepada anak yatim.

“Apa yang dilakukan Universitas Trilogi ini bagus, dan bisa dijadikan contoh yang lain. Sehingga, di sekitar kita tidak ada lagi anak yatim yang tidak bisa menikmati kebahagiaan apalagi ini menjelang datangnya hari raya Idul Fitri,” tambahnya.
Yatim Trilogi2Acara berlangsung meriah sekaligus khidmah, dan memperlihatkan keakraban antara dosen dan para mahasiswa yang terlibat, baik dalam persiapan penyelenggaraan acara ataupun ketika bersama-sama menikmati takjil dan hidangan utama berbuka puasa. Dalam suasana seperti ini, Untri terlihat sebagai sebuah keluarga besar yang tak ada sekat-sekat. Semua terlihat akrab. (*/Foto: Universitas Trilogi)

Untri Kobarkan Semangat Empat Pilar Bersama Hidayat Nurwahid

JAKARTA (TERBITTOP) — Pemuda yang akan menjadi pemimpin masa depan bangsa Indonesia, selayaknya memahami ideologi bangsanya sendiri. Demikian ditegaskan Wakil Ketua MPR Dr Hidayat Nurwahid saat mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Auditorium Universitas Trilogi (Untri) Jakarta, Jumat (4/7). “Pemahaman ideologi bangsa penting, agar generasi muda kita tidak mudah disusupi ideologi lain. Karena, fatal akibatnya dan […]

Untri Kobarkan Semangat Empat Pilar Bersama Hidayat Nurwahid

Wahid3JAKARTA (TERBITTOP) — Pemuda yang akan menjadi pemimpin masa depan bangsa Indonesia, selayaknya memahami ideologi bangsanya sendiri.

Demikian ditegaskan Wakil Ketua MPR Dr Hidayat Nurwahid saat mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Auditorium Universitas Trilogi (Untri) Jakarta, Jumat (4/7).

“Pemahaman ideologi bangsa penting, agar generasi muda kita tidak mudah disusupi ideologi lain. Karena, fatal akibatnya dan akan berdampak luas bagi kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Hidayat.

Wahid2Dikatakan politisi PKS ini, bahwa seluruh elemen bangsa termasuk pemuda dan mahasiswa tidak boleh melupakan Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan Bangsa Indonesia.

“Saya mengingatkan, agar para mahasiswa lebih memahami sejarah bangsanya. Karena, sejak dari dulu para pendiri bangsa ini telah mengingatkan kita agar jangan melupakan sejarah,” katanya.

Apalagi, demikian Hidayat menambahkan, sebagai mahasiswa dan warga civitas akademika kampus, harus memahami sejarah. “Dalam hal ini mengenai perjalanan bangsa yang terkait dengan empat pilar haruslah dikuasai dan dipahami secara utuh,” jelasnya.

Wahid1Sementara Rektor Universitas Trilogi, Prof Dr Asep Saefuddin saat membuka acara sosialisasi itu mengatakan, bahwa empat pilar itu perlu dipahami agar bangsa ini menjadi bangsa yang besar. “Kita harus bangga memiliki empat pilar, supaya bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan kian dihargai,” kata guru besar bidang statistika ini.

Pada sosialisasi empat pilar kebangsaan ini, tak hanya mahasiswa Untri saja yang hadir. Namun, juga sejumlah mahasiswa yang berasal dari beberapa kampus di Jakarta. Selain tentu saja para dosen dan guru besar di Untri. (*)