Remaja Disabilitas Sumbangkan Medali Emas

Layanan Jasa SEO

JAKARTA (TERBITTOP.COM) — Dua hari menjelang Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1436 H, di sore yang cerah, sekitar sebulan menjelang Hari Olahraga Nasional 9 September, Presiden RI, Joko Widodo didampingi Menko PMK, Menteri Olahraga, Menteri Sosial serta Ketua SOIna Ibu Dr Pujiastuty, Ketua Umum dan Sekjen DNIKS, Ketua PORMI, Deputi Menpora, Dirjen Kemensos dan […]

Remaja Disabilitas Sumbangkan Medali Emas

Haryono di IstanaJAKARTA (TERBITTOP.COM) — Dua hari menjelang Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1436 H, di sore yang cerah, sekitar sebulan menjelang Hari Olahraga Nasional 9 September, Presiden RI, Joko Widodo didampingi Menko PMK, Menteri Olahraga, Menteri Sosial serta Ketua SOIna Ibu Dr Pujiastuty, Ketua Umum dan Sekjen DNIKS, Ketua PORMI, Deputi Menpora, Dirjen Kemensos dan pendamping lain telah melepas atlet disabilitas di Istana Negara Jakarta.

Para atlet remaja itu adalah penyandang disabilitas yang akan berlaga di Olympiade Penyandang Disabilitas Dunia di Los Angeles, Amerika Serikat. Para atlEt itu berpamitan mohon restu berangkat mempertahankan reputasinya yang unggul di tahun-tahun sebelumnya pada berbagai laga Olympiade Dunia.

Dalam pesan singkat Ketua SOIna, Ibu Dr Pujiastuty kepada Ketua Umum DNIKS, Prof Dr Haryono Suyono, mengabarkan bahwa para atlet penyandang disabilitas yang tergabung dalam SOIna dan berlaga dalam Olympiade di Los Angeles, Amerika Serikat, sampai kemarin telah berhasil mengumpulkan tidak kurang dari 19 medali emas, 12 medali perak dan 5 medali perunggu.

Dari 19 medali emas tersebut, yang menggembirakan adalah Tim Sepakbola SOIna yang terdiri dari putra-putra penyandang disabilitas terbaik dari berbagai daerah di Indonesia, berhasil mengalahkan Tim Sepakbola SO-Malaysia dan meraih medali emas.
Tiga tahun lalu di Athena Yunani, rombongan atlet yang tidak terlalu banyak, telah berhasil membawa pulang ke tanah air kebanggaan yang luar biasa. Tidak kurang dari 15 medali emas, 13 medali perak dan 11 medali perunggu dipersembahkan kepada tanah air dan bangsa Indonesia tercinta.

Besok siang (5/08/2015) dijadwalkan para atlet akan kembali ke tanah air mempersembahkan medali emas itu kepada bangsa Indonesia tercinta dalam rangka perayaan kemerdekaan yang ke 70.

Atlet-atlet penyandang disabilitas yang tidak dapat diremehkan itu ikut menyumbang akan dicanangkannya GAUN, Gerakan Aksesibilitas Umum Nasional, yang memberi perhatian kepada para penyandang disabilitas dan penduduk lanjut usia.
Sumbangan para disabillitas yang membawa nama baik bangsa dan kebanggaan kepada keluarganya itu patut diacungi jempol dan diberikan apresiasi yang tinggi. Demikian kabar dari DNIKS. (rel)

Mahasiswa Unsoed Diajak Berantas Narkoba

Layanan Jasa SEO

PURWOKERTO-(TERBITTOP.COM)- Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) memiliki perhatian besar pada bahaya peredaran narkoba, yang saat ini sudah menjangkau ke wilayah pedesaan. Karenanya, pada pelepasan 2.542 mahasiswa Unsoed yang akan melakukan KKN Tematik Posdaya, Rektor Unsoed Dr Ir H Achmad Iqbal MSi menggandeng Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Purbalingga AKBP Edy Santosa Msi, yang mengajak para […]

Ceramah BNN di UnseodPURWOKERTO-(TERBITTOP.COM)- Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) memiliki perhatian besar pada bahaya peredaran narkoba, yang saat ini sudah menjangkau ke wilayah pedesaan. Karenanya, pada pelepasan 2.542 mahasiswa Unsoed yang akan melakukan KKN Tematik Posdaya, Rektor Unsoed Dr Ir H Achmad Iqbal MSi menggandeng Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Purbalingga AKBP Edy Santosa Msi, yang mengajak para mahasiswa di sela-sela KKN-nya ikut menebar informasi kepada masyarakat desa tentang program pemerintah yang saat ini tengah digalakkan melalui BNN dan BNNK, yakni rehabilitasi 200 ribu penyalahguna narkoba untuk tahun 2015.

“Kami mengharapkan, nanti adik-adik mahasiswa sekalian bisa memberikan informasi kepada masyarakat, kalau dia sebagai penyalahguna, bisa dilaporkan ke BNN atau Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL). Tidak akan dipidana, malah direhabilitasi,” kata Edy Santosa di hadapan para mahasiswa yang memadati Auditorium Unsoed, Purwokerto, belum lama ini.Berdasarkan Inpres No 12 Tahun 2011, tanggungjawab penanganan, pemberantasan penyalahguna narkotika di Indonesia tak hanya ada di tangan BNN atau Kepolisian saja. Tapi, perlu dilakukan oleh seluruh komponen bangsa, termasuk para mahasiswa.

Untuk program rehabilitasi terhadap para penyalahguna ini, papar Edy Santosa, tak ada biaya sama sekali yang dibebankan, alias gratis. Yang membiayai nanti adalah negara.

Kepala BNNK Purbalingga ini memberikan penjelasan secara rinci, bahwa untuk rawat jalan seorang penyalahguna narkoba dibiayai Rp1,2 juta per bulan sampai sembuh. Kemudian untuk rawat inap, yakni dikenakan kepada mereka yang diduga atau waktu diamankan oleh BNN atau kepolisian ditemukan barang bukti lebih dari surat edaran Mahkamah Agung yakni di atas 1,1 gram namun dari hasil assesment ternyata mereka adalah penyalahguna, dibiayai negara dengan anggaran Rp4,3 juta
per bulan selama tiga bulan.

“Jadi, bagi adik-adik sekalian nanti tolong diinformasikan kepada masyarakat, di lingkungan tempat KKN adik-adik, bahwa jika ada penyalahguna narkoba bisa segera melaporkan diri atau mungkin dibimbing oleh adik-adik sekalian, untuk melakukan atau melaporkan diri,” tambahnya. Karena, sebagaimana diatur undang-undang, barang siapa yang mengetahui ada penyalahguna narkoba tapi tidak melaporkan akan dikenakan pidana kurungan selama enam bulan.

Saat ini tempat-tempat melaporkan penyalahguna narkoba atau IPWL sudah ada di mana-mana. BNNK Purbalingga telah bekerja sama dengan rumah sakit Ajibarang untuk wilayah Banyumas, rumah sakit di Purbalingga, Banjarnegara, Bumiayu, dan rumah sakit Brebes.

BNNK Purbalingga menargetkan rehabilitasi 545 orang untuk tahun ini, dan baru mencapai 250 orang yang direhabilitasi per Juli 2015. Dari jumlah itu, 200 di antraranya adalah hasil razia di tempat-tempat hiburan, tempat umum, hotel, kafe, dan lokasi lainnya di Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, dan Brebes. Artinya hanya sebagian kecil saja yang melapor diri. Jadi pelibatan mahasiswa Unsoed untuk menebar informasi adanya rehabilitasi tanpa biaya dan tak akan dipidana, diharapkan menambah jumlah yang direhabilitasi atas kemauan sendiri secara signifikan.

Peredaran narkoba di Indonesia, menurut Edy Santosa, sudah sangat mengerikan. Uang yang bergulir untuk membeli narkoba itu mencapai Rp72 triliun per bulan, atau kalau setahun sekitar Rp865 triliun. “Jadi Indonesia ini telah menjadi swalayannya narkoba dunia,” kata Edy Santosa. sambil menyebutkan bahwa rehabilitasi menjadi program pilihan pemerintah saat ini untuk mencegah peredaran narkoba.

“Jadi mari kita bersama-sama, kita menyelamatkan generasi kita, dalam rangka menyongsong Indonesia tahun 2045 adalah Indonesia Emas. Karenanya, Presiden Indonesia Jokowi menyatakan kita harus merehab,” jelasnya. Dasar hukum merehabilitasi penyalahguna narkoba itu sudah jelas, yakni UU No 35 tahun 2009, bahwa para penyalahguna wajib melaporkan atau mereka yang melaporkan tidak
dikenai tindak pidana.

Disebutkan, pada tahun 2014 program rehabilasi itu menargetkan 100.000 ribu penyalahguna narkoba. Kemudian target 2015 naik lagi, menjadi 200.000 yang direhab, kemudian tahun 2017 rehab ditargetkan 300.000, lalu 2018 bertahap menjadi sekitar 400.000.

Sebagai informasi, Kepala BNNK Purbalingga ini menyebutkan saat ini satu kilogram sabu-sabu di Indonesia ini harganya sekitar Rp2 miliar sampai Rp2,6 miliar. Satu kilogram sabu-sabu ini bisa merenggut 4.000 nyawa manusia penggunanya.

“Coba kita hitung, kalau satu kilogram dikalikan 800 kilogram yang kemarin berhasil disita oleh BNN, berapa juta nyawa yang terselamatkan, yang penyelundupannya digagalkan BBN. Karernanya, kami mengajak adik-adik mahasiswa untuk ambil bagian, sembari menjalankan tugas KKN-nya,” kata Edy Santosa.
Penggagalan penyelundupan yang diungkap oleh BNN maupun Polri ini hanya sebagian kecil saja. Yang lolos dan beredar di Indonesia, hampir 70 persen. Jadi yang digagalkan penyelundupannya hanya sekian persen saja.

“Kita bisa membayangkan berapa anak generasi bangsa generasi kita, kita tidak usah bicara jauh, kita bicara di Purwokerto saja. Dalam periode bulan Januari sampai bulan Juli, kami mengetahui melalui IT kami, perlu kami sampaikan sebagai informasi, ada operator sabu-sabu yang mengedarkan 20.000 SMS perjalanan sabu-sabu. Ini sudah kita print menjadi 200 halaman. Dari pembicaraan lewat IT yang kami punyai itu, peredaran narkoba sudah sangat luar biasa,” jelasnya. (end)

Unsoed Bangun Desa Mandiri Berkelanjutan

Layanan Jasa SEO

PURWOKERTO-(TERBITTOP.COM)-Pelaksanaan KKN Tematik posdaya Universitas Jenderal Sudirman (Unsoed) difokuskan membangun desa mandiri berkelanjutan.KKN yang diikuti 2542 orang mahasiswa disebar dalam 6 kabupaten,15 kecamatan dan 123 desa berlangsung selama 35 hari diikuti 12 Fakultas yang ada mulai 28 Juli hingga 31 Agustus 2015 dengan melibatkan dosen pembimbing 97 DPL (Dosen Pembimbing Lapangan). Ketua LPPM,Prof Dr Suwarto […]

kkn tematik unsoedPURWOKERTO-(TERBITTOP.COM)-Pelaksanaan KKN Tematik posdaya Universitas Jenderal Sudirman (Unsoed) difokuskan membangun desa mandiri berkelanjutan.KKN yang diikuti 2542 orang mahasiswa disebar dalam 6 kabupaten,15 kecamatan dan 123 desa berlangsung selama 35 hari diikuti 12 Fakultas yang ada mulai 28 Juli hingga 31 Agustus 2015 dengan melibatkan dosen pembimbing 97 DPL (Dosen Pembimbing Lapangan).

Ketua LPPM,Prof Dr Suwarto MS mengatakan,sebelum diterjunkan mahasiswa telah diberikan pembekalan proses dan pembeklan materi isi. Selain KKN Tematik, Unsoed memiliki 6 jenis KKN yang pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi untuk merespons kebutuhan masyarakat.

“Jumlah KKN yang besar ini merupakan rekor bagi Unsoed,”kata Prof Dr Suwarto pada pelepasan KKN Tematik Posdaya di Kampus Unsoed,Senin (29/7).

Dikatakan, jenis KKN yang dilaksanakan adalah KKN Tematik, terdiri 6 jenis yakni KKN Tematik Posdaya, TPM,Mandiri,KKN Mitigsi Bencana,KKN Pesantren,KKN Pembelajaran Masyarakat (PPM) ,KKN Kerja Usaha dan masih ada tergantung kebutuhan.KKN tematik ini besar manfaatnya.

“KKN adalah salah satu realisasi dari visi Perguruan Tinggi sekaligus salah satu sarana Perguruan Tinggi menyentuh persoalan-persoalan masyarakat sehingga Perguruan Tinggi tidak menjadi menara gading,”jelasnya.

Prof Suwarto mengatakan, untuk dosen pembimbing juga telah diberikan pembekalan. Dan pada Oktober mendatang Unsoed juga akan melaksanakan KKN Tematik dan KKN bersama TNI/Polri.

“Kita lebih melaksanakan jenis KKN tematik, karena hasilnya akan lebih mudah diukur. Dengan demikian, dampak dan manfaatnya akan lebih banyak dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Dia juga menyebutkan, KKN tematik yang dipilih Unsoed ini sesuai dengan visi Unsoed mendidik kecerdasan emosi dan spiritual mahasiswa agar memiliki kepekaaan sosial yang tinggi dan bisa berempati pada masyarakat.

Rektor Unsoed,Dr Achmad Iqbal mengatakan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk mengembangkan kehidupan desa. Dengan demikian, perguruan tinggi membangun kepekaan terhadap dinamika masyarakat desa yang jumlahnya lebih lebih besar ketimbang masyara­kat kota.

“Program kuliah kerja nyata (KKN) harus bisa meng­­hilangkan sekat-sekat yang mengabaikan peran desa. Se­kaligus menghilang­kan stigma yang menyebut­kan hidup di desa tak menjanjikan,” kata Rektor Dr Ir H Achmad Iq­bal MSi.

Dia mengatakan,Unsoed adalah pioner dalam melahirkan KKN Tematik Posdaya yang kini banyak diikuti kampus di berbagai daerah.

Rektor minta agar program KKN Tematik diperluas ke daerah kabupaten lainnya yang ada di sekitar Banyumas. “Pembagunan desa berkelanjutan harus menjadi prioritas dalam pelaksanaan KKN Tematik Posdaya. Setiap desa harus ada pos pemberdayaan bagi masyarakat,”ujarnya.

Prof Haryono berharap,Unsoed bisa membuat daftar isian Posdaya,sehingga bukan sekedar tempat kumpul kumpul tetapi, bisa mengolah dan mengembangkan hasil produksi yang ada seperti rumput laut dsbnya.

“Unsoed juga harus menciptakan audit keuangan yang sederhana bagi masyarakat sehingga usaha dari binaan dengan kfedit tabur puja bisa dimengerti masyarakat di pedesaan serta bisa berkembang pesat,”kata Prof Haryono.(ris)

Unsoed Kembangkan Posdaya Di Pesisir Pantai

Layanan Jasa SEO

PURWOKERTO-(TERBITTOP.COM)-Universitas Jenderal Sudirman (Unsoed) akan mengembangkan Posdaya (Pos Pemberdayaan Masyarakat) di daerah pesisir pantai dengan mengolah hasil rumput laut serta hasil pertanian lainnya yang bisa diolah di lahan tepi pantai,karena di kampus ini memiliki Fakultas Bidang Kelautan dan Perikanan.Jadi tidak saja menanam rumput laut tetapi akan mengembangkannya diolah menjadi produk yang siap pasar. Disamping dibidang […]

prof haryono saat melepas KKN Tematik UnsoedPURWOKERTO-(TERBITTOP.COM)-Universitas Jenderal Sudirman (Unsoed) akan mengembangkan Posdaya (Pos Pemberdayaan Masyarakat) di daerah pesisir pantai dengan mengolah hasil rumput laut serta hasil pertanian lainnya yang bisa diolah di lahan tepi pantai,karena di kampus ini memiliki Fakultas Bidang Kelautan dan Perikanan.Jadi tidak saja menanam rumput laut tetapi akan mengembangkannya diolah menjadi produk yang siap pasar. Disamping dibidang pertanian akan mengembangkan bibit pisang cavendish serta
sayur bayam, cabe dan terong sehingga menjadi kebun bergizi.

“Unsoed siap mengembangkan olahan hasil laut dan bibit cavendish tersebut,serta menciptakan managemen keuangan yang sederhana bagi para pedagang,”kata Rektor Universitas Jeneral Soedirman (Unsoed),Dr Ir H Achmad Iqbal Msi menjawab wartawan di sela sela acara pelepasan peserta KKN Tematik Posdaya di kampus Unsoed, Purwokerto, Jawa Tengah, Senin (27/8).

Sebelumnya Ketua Yayasan Damandiri Prof Haryono menyarankan agar Unsoed mengembangkan hasil pengolahan laut tidak saja menanam rumut laut tetapi mengembangkan olahannya tersebut. Damandiri juga memberikan 1 truck bibit pisang cavendish sebanyak 2500 bibit untuk ditebar oleh mahasiswa KKN Tematik Unsoed. Selain membuatkan managemen audit sederhana bagi para pedagang, Unsoed diharapkan bisa membuat daftar isian Posdaya.

Rektor Unsoed menyambut baik usulan tersebut dan bersedia mengembangkan olahan hasil laut itu dengan membangun Posdaya di pesisir pantai.Sebanyak 2.542 mahasiswa Unsoed akan mengikuti KKN di Tematik yang disebar di sejumlah kabupaten seperti Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, Brebes, dan Kebumen.

Selain jajaran petinggi di Unsoed, pelepasan peserta KKN juga dihadiri Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono, Sekretaris Yayasan Yamandiri Dr Sudarmadji, Deputi Umum Dr Mulyono D Prawiro serta Kepala Badan Narkoba Nasional Kabupaten (BNNK) Purbalingga, AKBP Edi Santosa MSi.

Rektor menambahkan, mahasiswa harus bisa mengubah kesan desa miskin menjadi daerah potensial seperti halnya perkotaan “Sesungguhnya desa punya segudang potensi.Ajang KKN ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa mengaplikasikan ilmunya yang didapat dari bangku kuliah.” kata Rektor Dr Ir H Achmad Iqbal.

Dikatakan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk mengembangkan kehidupan desa. Dengan demikian, perguruan tinggi membangun kepekaan terhadap dinamika masyarakat desa yang jumlahnya lebih lebih besar ketimbang masyarakat kota. “Program kuliah kerja nyata (KKN) harus bisa menghilangkan sekat-sekat yang mengabaikan peran desa. Sekaligus menghilangkan stigma yang menyebutkan hidup di desa tak menjanjikan,”tuturnya.

Rektor mengatakan, Unsoed tetap akan mempertahankan KKN bagi mahasiswanya, karena memiliki fungsi ganda,yakni bermanpaat bagi pemerintah daerah dan mahasiswa.Bahkan kini berkembang menjadi KKN Tematik, dimana Unsoed adalah pioner berlangsungnya KKK Tematik Posdaya. OLeh karenanya kata rektor, Unsoed tetap melakukan KKN bagi mahasiswanya, serta concern dengan pembangunan pedesaan berkelanjutan untuk menciptakan desa mandiri.

“Pembangunan desa mandiri menjadi program kelanjutan KKN mahasiswa Unsoed,”kata Dr Ir H Achmad Iqbal. Bahkan lanjutnya, dalam pelaksanaan KKN Tematik Posdaya terus mengembangkan KKN terus hingga ke desa desa di sekitar Banyumas,”ujarnya. Rektor juga berharap, mahasiswa peserta KKN Tematik Posdaya untuk menyerap semua permasalahan yang ada di masyarakat, sehingga bisa di aplikasikan bagi pemberdayaan masyarakat.
Segudang Potensi
“Desa memiliki segudang potensi yang bisa dikembangkan.Mahasiswa bisa mengubahnya dengan membentuk desa mandiri,”kata rektor. Dengan adanya desa mandiri, maka harus ada Posdaya mandiri dan pos lainya. Rektor berharap mahasiswa bisa mengembangkan desa mandiri di desa desa yang tertinggal.Unsoed akan memperluas jangkauan KKN bagi mahasiwanya ke daerah kabupaten di sekitar Banyumas.

Pada kesempatan itu Ketua Yayasan Damandiri,Prof Haryono berpesan agar mahasiswa memiliki sikap mental baja dalam menghadapi masyarakat desa. Karena banyak masyarakat desa yang hidupnya masih prasejahtera. “Ini tantangan bagi peserta KKN Tematik agar bisa mengubah kehidupan masyarakat menjadi lebih baik. Mahasiswa harus mengedepankan kebersamaan, gotong royong dan sikap santun,” ujarnya.

Prof Haryono menganalogikan kegiatan KKN mahasiswa dengan ulat bulu dan kupu kupu. Ulat bulu tidak disukai karena membuat gatal. Namun, ulat bulu yang mengubah diri menjadi kepompong lalu kupu-kupu akan memperlihatkan keindahan bagi yang melihatnya. “Kehadiran mahasiswa harus membawa makna dan bermanfaat bagi masyarakat.

Mahasiswa harus bisa menginspirasi dan terinspirasi oleh desa,” ucap Haryono menegaskan.
Seusai pembukaan KKN, Prof Dr Haryono, Sekretaris Dr Sudarmadji dan Deputi Umum Dr Mulyono D Prawiro beramah tamah di Gedung Rektorat Unsoed.Dalam kesempatan itu, Rektor Unsoed yang didampingi Kepala LPPM Prof Suwarto minta Yayasan Damandiri meningkatkan kerja sama program KKN tematik, karena banyak bupati yang berminat dengan program ini. Hal ini juga sesuai Pola Ilmiah Pokok Unsoed, yaitu mengembangkan pedesaan secara berkelanjutan. “KKN tematik ini besar manfaatnya.

Misalnya, baru baru ini Bupati Banyumas datang ke Unsoed minta agar Unsoed membantu manangani masalah resiko kematian ibu hamil. Permintaan ini tentu kami sanggupi, karena Unsoed punya Fakultas Kedokteran.

“Lalu kita bentuk KKN Tematik reksiko kematian ibu hamil.Kami juga punya KKN Mitigasi Bencana, KKN Pesantren, KKN Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM), KKN Kerja Usaha, dan masih banyak lagi tergantung kebutuhan,” kata Achmad Iqbal.Permintaan ini disambut gembira Ketua Yayasan Damandiri. Bahkan, Haryono minta KKN di Unsoed dikembangkan di masyarakat pesisir.

Menurut Prof Haryono, pihaknya akan memberikan bantuan bibit pisang cavendish sebanyak 2500 bibit dan bibit bayam dan cabe sehingga, mahasiswa nantinya dapat mengembangkan tanaman tersebut, sehingga terciptanya kebun gizi ditengah masyarakat desa.

Selain juga Unsoed bisa menciptakan managemen keuangan yang sederhana pada pedagang yang dibina selama ini. “Dengan adanya ada tabur puja yang dibina oleh kampus Unsoed, seperti di Cilacap- Purbalingga, mereka melayani anggota Posdaya yang usaha tidak saja produksi tetapi perdagangan,”kata Prof Haryono.(ris)

BNN Sampaikan Bahaya Narkoba di SMK Cirebon

Layanan Jasa SEO

CIREBON-(TERBITTOP.COM)-Badan Narkotika Nasional mengisi Masa Orientasi Siswa SMK Muhammadiyah Kota Cirebon, Selasa (28/7). Dalam MOS ini, BNN menyampaikan tentang bahaya narkoba kepada siswa baru. Namun, berbeda dengan penyuluhan BNN di tempat lain, kali ini BNN mengajak para siswa untuk lebih komunikatif dalam menyampaikan persoalan seputar bahaya narkoba. Kepala Seksi Pemberantasan BNN, Sidik Lingga Kusuma mengatakan, […]

BNN Sampaikan Bahaya Narkoba di SMK Cirebon

BNN di CirebonCIREBON-(TERBITTOP.COM)-Badan Narkotika Nasional mengisi Masa Orientasi Siswa SMK Muhammadiyah Kota Cirebon, Selasa (28/7). Dalam MOS ini, BNN menyampaikan tentang bahaya narkoba kepada siswa baru. Namun, berbeda dengan penyuluhan BNN di tempat lain, kali ini BNN mengajak para siswa untuk lebih komunikatif dalam menyampaikan persoalan seputar bahaya narkoba.

Kepala Seksi Pemberantasan BNN, Sidik Lingga Kusuma mengatakan, upaya pendekatan kepada siswa harus lebih kreatif, sehingga penyampaian tentang bahaya narkoba dirasakan lebih nyaman. “Sehingga siswa pun bisa menerima penyampaian dengan lebih baik dan bisa cepat terserap,” ujar Sidik. Sidik menambahkan, para siswa diajak untuk berdiskusi kemudian menyampaikan beberapa persoalan narkoba yang pernah menjadi kasus.

“Dengan cara seperti ini maka akan terdapat komunikasi dua arah. Kami tidak sekedar memberikan sosialisasi secara satu arah,” tambahnya. Sidik menambahkan, sosialisasi narkoba terus digalakkan, terutama kepada kalangan usia remaja. “Usia ini merupakan usia coba-coba, harus dimasukkan pemahaman yang serba positif.

Kalau tidak seperti ini maka pemahaman yang negatif akan masuk, termasuk di antaranya mencoba narkoba,” ujarnya. Sidik berharap siswa bisa secepatnya memahami soal bahaya narkoba.

“Saya apresiasi sekolah yang menerapkan dan menekankan tentang bahaya narkoba dalam MOS, berharap kegiatan ini bisa ada manfaatnya,” katanya. (ts)