Petakan Keluarga Desa Secara Benar

CIREBON-(TERBITTOP.COM)-Deputy Direktur Bidang Kewirausahaan Yayasan Damandiri Dr Mazwar Noerdin mengatakan, pendataan dan pemetaan KKN Tematik Posdaya dilakukan terhadap setiap keluarga, bukan masyarakat, bukan individu dan bukan desanya. Melalui pendataan akan diketahui ada berapa banyak keluarga yang berada di wilayah Posdaya. Misalnya 100 keluarga ada berapa keluarga yang masuk keluarga prasejahtera. Itu keluarga yang belum mampu […]

mazwar nurdin di unswagatiCIREBON-(TERBITTOP.COM)-Deputy Direktur Bidang Kewirausahaan Yayasan Damandiri Dr Mazwar Noerdin mengatakan, pendataan dan pemetaan KKN Tematik Posdaya dilakukan terhadap setiap keluarga, bukan masyarakat, bukan individu dan bukan desanya. Melalui pendataan akan diketahui ada berapa banyak keluarga yang berada di wilayah Posdaya. Misalnya 100 keluarga ada berapa keluarga yang masuk keluarga prasejahtera. Itu keluarga yang belum mampu memenuhi kebutuhan dasarnya seperti sandang, pangan, papan, pendidikan. Biasanya dipetakan dengan warana merah.

“Dengan peta pendataan tersebut maka kita akan tahu, mahasiswa, kader-kader Posdaya,Ketua RT, RW, lurah akan tahu persis mana keluarga-keluarga yang masih bermasalah dalam bidang pangan,sandang, papan serta pendidikan serta kesehatan,”ungkap Dr Mazwar Noerdin dalam pengarahan dihadapan peserta KKN Tematik Unswagati yang berlangsung di halaman kampus tersebut belum lama ini.

Dengan adanya pendataan tersebut jelas Mazwar, maka kita akan tahu persis, mahasiswa,kader Posdaya, Ketua RT, RW, lurah tahu persis mana keluarga-keluarga yang masih bermasalah dalam bidang pangan, sandang, papan, pendidikana, kesehatan.

Mazwar menambahkan,dari pendataan juga diketahui berapa banyak keluarga yang sudah lolos dari pendataan dasar itu tetapi belum mampu memenuhi kebutuhan krusial psikologisnya. Kalau mereka sudah lolos maka warnya kuning. Kemudian lanjutnya, kalau kebutuhan berikutnya adalah kebutuhan pengembangan.”Kalau mereka sudah lolos memenuhi kebutuhan menabung, pendidikan tambahan, untuk kerjasama dengan keluarga lain warnanya menjadi coklat,”jelasnya.

Keempat warnya adalah hijau artinya untuk keluarga sudah mampu memenuhi kebutuhan dasar, mampu memenuhi dasar, mampu memenuhi kebutuhan sosial psikologis, mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang lebih tinggi. Yang tertinggi adalah warna biru, artinya keluarga yang mampu memenuhi semua kebutuhan dan berkontribusi terhadap keluarga sekitarnya dan mereka sudah bekerja di masyarakat sebagai pengurus Posdaya, pengurus Posyandu, pengurus Koperasi serta pengurus lainnya.

Dikatakan,setiap dusun atau rukun warga dibentuk satu Posdaya sehingga akan memudahkan melakukan pertemuan warga. Pendataan dan pemetaan itu bertujuan untuk mengetahui sasaran keluarga yang akan menjadi upaya setiap Posdaya agar ditingkatkan kesejahteraannya. Pendataan keluarga biasanya dilakukan oleh kader Posdaya atau pengurus RW setahun sekali, karena itu pendataan tidak boleh hanya dilakukan oleh mahasiswa.

”Mahasiswa tugasnya memberi petunjuk mendampingi kader Posdaya melakukan pendataan. Jangan mahasiswa melakukan pendataan sendiri itu keliru,”ujarnya.

Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP mengatakan, KKN tematik Posdaya berjumlah 1.219 mahasiswa yang akan disebar ke 57 desa dan empat kelurahan serta delapan kecamatan di tiga kabupaten dan Kota Cirebon. KKN yang melibatkan 61 dosen pembimbing ini merupakan yang ketiga kali melaksanakan KKN tematik Posdaya. Pelaksanaan KKN berlangsung mulai 23 Februari hingga 30 Maret 2016. KKN PKM Posdaya 2015/2016 semester ganjil ini dengan tema ”Pemberdayaan Potensi Pedesaan Melalui Posdaya untuk Mencapai Identitas One Village One Product”.(haris)