Humor Jadi Perhatian Universitas Trilogi

Layanan Jasa SEO

JAKARTA (TERBITTOP.COM) — Kuliah yang menyenangkan selalu diinginkan tak hanya oleh mahasiswa, tapi juga dosen. Sehingga, proses pembelajaran tidak berlangsung kaku dan tak melelahkan. Ini yang menjadi salah satu alasan, mengapa humor dalam pembelajaran menjadi salah satu perhatian Universitas Trilogi, dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. “Pendidikan kita saat ini terlalu membebani peserta didik. Mereka selalu […]

Humor Jadi Perhatian Universitas Trilogi

PROF ASEP SAEPUDIN (SEBELAH KIRI)JAKARTA (TERBITTOP.COM) — Kuliah yang menyenangkan selalu diinginkan tak hanya oleh mahasiswa, tapi juga dosen. Sehingga, proses pembelajaran tidak berlangsung kaku dan tak melelahkan.

Ini yang menjadi salah satu alasan, mengapa humor dalam pembelajaran menjadi salah satu perhatian Universitas Trilogi, dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan.

“Pendidikan kita saat ini terlalu membebani peserta didik. Mereka selalu dipaksakan pada penguasaan materialistik. Bahkan, pada usia dini mereka diwajibkan memahami baca, tulis, dan berhitung,” kata Rektor Universitas Trilogi, Prof Dr Asep Saefuddin pada Seminar Pendidikan Humor dalam Pembelajaran Universitas Trilogi, Senin (4/1)

Yang harus dibangun terlebih dahulu, tambah Prof Asep, adalah kondisi mereka dalam belajar. Apakah mereka senang atau tidak. “Jika mereka merasa tidak senang dan nyaman, di sinilah usaha para guru atau dosen untuk kreatif, agar bagaimana mengubah kondisi yang awalnya tidak nyaman menjadi nyaman dan senang. Salah satunya adalah dengan humor,” ungkap pakar statistika ini.

Pembicara pada seminar tersebut antara lain komedian H Hurul Qomar atau yang akrab disapa Pak Komar dan Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof Dr Zulela.

“Humor bisa menarik perhatian siswa, mengurangi bahkan menghilangkan rasa bosan dalam belajar,” ujar pelawak yang menjadi anggota DPR dua periode itu. Sedangkan Prof Dr Zulela mengungkapkan lingkungan belajar yang kondusif dapat meningkatkan resapan siswa atas bahan pelajaran yang disajikan.

“Beberapa hal yang dapat meningkatkan jumlah informasi yang diserap siswa di antaranya adalah lingkungan belajar yang mendukung (kondusif) dan humor yang diselingi dalam komunikasi siswa-guru,” jelas pakar pengembangan bahasa Indonesia ini. (rel)