Unair Siapkan Siswa SMK KKN Di desa

SURABAYA-(TERBITTOP.COM)-Ketua Ketua Lembaga Pengabdian Pendidikan Pelatihan dan Pengembangan Masyarakat (LP4M) Univrsitas Airlangga (Unair) Surabaya, Prof Dr Yusuf Irianto Drs, M.Cum mengatakan,saat ini Unair sedang ngebut mempersiapkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mengikuti KKN di desa. Kedua, KKN yang juga melibatkan mahasiswa asing dan SMK adalah pertama kali di Indonesia karena KKN ini diikuti mahasiswa asing, […]

unairSURABAYA-(TERBITTOP.COM)-Ketua Ketua Lembaga Pengabdian Pendidikan Pelatihan dan Pengembangan Masyarakat (LP4M) Univrsitas Airlangga (Unair) Surabaya, Prof Dr Yusuf Irianto Drs, M.Cum mengatakan,saat ini Unair sedang ngebut mempersiapkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mengikuti KKN di desa.

Kedua, KKN yang juga melibatkan mahasiswa asing dan SMK adalah pertama kali di Indonesia karena KKN ini diikuti mahasiswa asing, seperti Sinegal, Kamboja, Thailand, Malaysia, Messir dan negara-negara berkembang lainnya yang saat ini kuliah di Unair.

Selain itu, KKN ini diikuti oleh mahaisiswa S2 dan S3 yang selama ini hanya dikuti KKN oleh S1. Dasar lain adalah bahwa Dinas Pendidikan Tinggi (Dikti) juga meminta agar KKN yang melibatkan S2 dan S3 untuk datang ketempat-tempat yang direkomendasikan sebagai tempat KKN. “Ini adalah pertama di Indonesia karena selama ini KKN hanya diikuti oleh S1. S1 saja mengikuti KKN Posdaya maka S2 dan S3 akan lebih meberikan nilai tambah,” ujarnya.

Hal itu diungkapkan Prof Dr Yusuf Irianto ditengah-tengah Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Posdaya Mahasiswa Asing di Ruang Sidang Plleno Universitas Airlangga (Unair) Kampus C Surabaya baru-baru ini.

Prof Yusuf Irianto menambahkan program ini adalah merupakan langkah awal dan akan menjadi pilot proyek nasional, sehingga nantinya menjadi satu kebijakan, bahwa untuk mahasiswa S1, S2 dan S3 harus mengikuti KKN.

Langkah ini telah mendapat persetujuan dari Dikti. Kita tidak akan melangkah tanpa persetujuan Dikti yang harus kita rujuk kebijakannya dan implementasinya. “Ada yang kita rujuk, artinya Uniar menjadi pilot proyek nasional untuk penerjunan mahasiswa S2 dan S3 melibatkan mahasiswa dari negara luar,” ujarnya.

Menurutnya bahwa KKN ini adalah mempunyai nilai tambah bagi mahasiswa tetapi juga nila tambah untuk masyarakat. Lebih-lebih juga untuk institusi yang melibatkan banyak pihak, seperti pemerintah daerah, sisi pendidikan dan Posdaya. Program ini, tambah Prof Yusuf nanti akan ada kelanjutannya, tidak berkhenti smpai disitu karena kita ingin program ini terus berlanjut, tidak saja di Uniar tetapi juga diperguruan tinggi di Indonesia lainnya.

Sementara SMK yang dilibatakan dalam program ini, terang Prof Yusuf, adalah SMK yang kebetulan lokasinya berada dekat dengan kampus Uniar, seperti daerah Sukolilo, Mulyorejo dan Kenjeran. Dan itu semua atas rekomendasi pemerintah Surabaya. “Pemerintah Surabaya punya kepentingan, Unair punya kepentingan kemudian bersinergi bekerjasama sehingga menjadi program yang baik,”imbuhnya.(ris)