Untri Jalin Kemitraan Dengan Corban University

JAKARTA-(TERBITTOP.COM)-Universitas Trilogi menjalin kemitraan dengan Corban University dari negara bagian Oregon, Amerika Serikat. Kerja sama ini dijalin, sebagaimana dikemukakan Prof Dr Haryono Suyono, Ketua Yayasan Damandiri yang juga Pembina Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta (YPPIJ) di mana Untri bernaung, bahwa kedua universitas tersebut walaupun berada di dua negara berbeda, memiliki persamaan dalam memajukan dunia pendidikan […]

Prof Asep menyerahkan plakat ke rektor coban asJAKARTA-(TERBITTOP.COM)-Universitas Trilogi menjalin kemitraan dengan Corban University dari negara bagian Oregon, Amerika Serikat. Kerja sama ini dijalin, sebagaimana dikemukakan Prof Dr Haryono Suyono, Ketua Yayasan Damandiri yang juga Pembina Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta (YPPIJ) di mana Untri bernaung, bahwa kedua universitas tersebut walaupun berada di dua negara berbeda, memiliki persamaan dalam memajukan dunia pendidikan tinggi.

Banyak sekali persamaan-persamaan yang kita kerjakan, sebagai misalnya Pak Asep (Prof Asep Saefuddin, Rektor Universitas Trilogi-Red) ini mengembangkan bagaimana seluruh dosen menjadi pemikir dari pengembangan usaha kita memajukan Universitas Trilogi. Sehingga Pak Rektor bertindak semacam kareografer, untuk memberi kesempatan kepada para dosen untuk mengembangkan pemikiran-pemikiran,” kata Prof Haryono setelah menghadiri kuliah umum yang disampaikan President Corban University, Prof Sheldon C Nord yang mengangkat tema “Sistem Pendidikan Tinggi di AS, Sebuah Kasus di Corban University, Oregon, AS”, yang berlangsung di Auditorium Untri, Jakarta, pekan lalu.

Mantan Menko Kesra dan Taskin yang juga dikenal sebagai begawan pemberdayaan keluarga ini menyebutkan, salah satu yang dikerjakan jajaran pengurus Universitas Trilogi adalah mengembangkan satu visi, yakni visi universitas dalam bidang pendidikan. “Tidak boleh para dosen itu mengerjakan kuliahnya semaunya sendiri, tetapi harus merupakan kuliah yang memperkuat misi, yang telah diputuskan bersama oleh rektor dan pembinanya,” jelas Prof Haryono.

Oleh karena itu, para dosen yang hanya mengembangkan ilmunya, semakin lama semakin disatukan, sehingga muncul nanti ‘wajah’ Universitas Trilogi sebagaimana yang dikemukakan Prof Nord.

Dipaparkan, bahwa mahasiswa itu mengelaborasi apa yang diberikan di meja kuliah, pada upaya-upaya yang mendorong partisipasi masyarakat, karena di Amerika yang maju pun, dana yang berasal dari pemerintah makin berkurang. Sehingga, mahasiswa akan pergi kuliah semata-mata karena dukungan masyarakatnya dan dukungan orangtua mahasiswa.

“Sehingga dengan sendirinya, masyarakat harus mendapat manfaat dari universitas yang ada. Itulah persisnya yang dilakukan Universitas Trilogi dengan tri dharmanya, yakni entrepreneur, kolaborasi, dan sekaligus kemandirian masyarakat,” papar Prof Haryono. Kemandirian masyarakat inilah yang didorong terus oleh Universitas Trilogi, karena kalau masyarakat mandiri mereka akan mengirim anak-anaknya sebagai mahasiswa lebih banyak lagi.

Terkait dengan kemitraan yang akan dijalin antara Universitas Trilogi dan Corban University, Prof Haryono menyebutkan pihaknya akan membicarakan bagaimana bentuk kolaborasi antara Universitas Trilogi dengan Corban University tersebut. Soal persamaan kurikulum di antara kedua universitas, Prof Haryono mengatakan, “Hal itu akan disamakan. Karena, pengembangan kurikulum didasarkan pada kebutuhan. Bukan pada tuntunan pada pemerintah, tapi how to respond to the people need.”

Pemahaman Budaya

Sementara itu, Prof Asep menekankan, bahwa pada pertukaran mahasiswa antara kedua universitas, kedua pihak harus saling memahami budaya.”Kita ini memang harus sama- sama memahami budaya, karena kalau kita terus-terusan di dalam, kita juga semakin terpuruk. Jika kita tidak memahami bagaimana pola hidup orang lain, dan mereka pun tidak memahami pola hidup dari kita, maka terjadilah perbedaan yang tak seharusnya terjadi,” kata Prof Asep.

Rektor yang juga pakar statistika ini, juga menyinggung soal pengembangan kualitas SDM di Universitas Trilogi. “Saat ini, kualitas SDM Universitas Trilogi masih dalam development. Oleh karena itu, kami tidak hanya bekerja sama dengan universitas-universitas di Indonesia, tapi juga menjalin kerja sama dengan universitas di luar negeri.

Pada hari ini dengan Corban University. Beberapa kampus lainnya dari Amerika juga mulai berdatangan. Kemarin kami didatangi dari Georgia University. Jepang dan New Zealand dalam target kerja sama kita,” jelas Prof Asep.

Tujuan dari kerja sama itu, menurut Prof Asep, agar keterbukaan dengan pihak luar makin tinggi. “Kita juga memiliki jalinan kerja sama dengan Yayasan Damandiri, yang mempunyai program-program yang juga sangat memikat, yaitu Tri Dharma yang memanfaatkan Posdaya. Itu ternyata diminati oleh Prof Nord dalam kuliah umumnya tadi. Secara eksplisit disebutkan Prof Nord, bahwa model Posdaya itu bisa jadi model di Amerika. Jadi nanti itu, model Posdaya tidak saja di Indonesia, tapi Posdaya in USA and ASEAN country. Karena Posdaya ini universal, unik,” pungkas Prof Asep.

Kuliah Umum

Sebelumnya, Prof Sheldon C Nord dalam kuliah umumnya, tak hanya menyinggung ketertarikan pada Posdaya. Tapi, juga memaparkan persoalan pendidikan tinggi di negaranya. Di antaranya, soal kucuran dana dari pemerintah sebagaimana juga disinggung Prof Haryono, mulai berkurang. Di sisi lain, pemerintah setempat, sebagaimana di Indonesia, juga memberikan perhatian serius pada pendidikan dasar.

“Keberhasilan seorang mahasiswa di perguruan tinggi, memiliki kaitan dengan pendidikan dasarnya,” kata Prof Nord, yang juga mengungkap banyak problem tengah dihadapi dunia pendidikan tinggi di negaranya.

Namun, yang paling menarik dari berbagai poin yang disampaikan Prof Nord itu adalah jawaban atas pertanyaan peserta kuliah umum terkait dengan tingginya biaya kuliah di Amerika Serikat. Dengan jawaban diplomatis, untuk mencapai keberhasilan dalam pendidikan, kata Prof Nord, memang dibutuhkan pengorbanan.

“Sama seperti saya, keluarga saya juga berkorban terlebih dahulu sehingga saya seperti sekarang ini,” kata Prof Nord di depan audiens yang memadati auditorium sehingga ada sebagian mahasiswa yang terpaksa berdiri.(END/RIS)