Pelita Bangsa Makin Gelorakan KKN Tematik Posdaya

JAKARTA-(TERBITTOP.COM)-Selain menerima sekitar 3.000 mahasiswa baru, pada waktu bersamaan Perguruan Tinggi Pelita Bangsa juga menyiapkan pelepasan 170 mahasiswa semester ketujuh yang melaksanakan KKN Tematik Posdaya, untuk yang pertama kalinya. Prof Dr Haryono Suyono secara maraton memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa baru dan memaparkan trik-trik pembentukan Posdaya kepada para mahasiswa yang siap berangkat ber-KKN. Mahasiswa […]

pelita bangsaJAKARTA-(TERBITTOP.COM)-Selain menerima sekitar 3.000 mahasiswa baru, pada waktu bersamaan Perguruan Tinggi Pelita Bangsa juga menyiapkan pelepasan 170 mahasiswa semester ketujuh yang melaksanakan KKN Tematik Posdaya, untuk yang pertama kalinya. Prof Dr Haryono Suyono secara maraton memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa baru dan memaparkan trik-trik pembentukan Posdaya kepada para mahasiswa yang siap berangkat ber-KKN.

Mahasiswa yang kuliah di Perguruan Tinggi Pelita Bangsa, dinilai tak hanya sekadar menjadi mahasiswa biasa, tapi mahasiswa yang begitu lulus sudah siap membaktikan keahliannya bagi kepentingan masyarakat luas, mahasiswa yang siap berbakti kepada nusa dan bangsa.

Penilaian ini disampaikan Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono begitu melihat infrastruktur, kelengkapan kampus, dan kesiapan para dosen saat memberikan kuliah umum pengenalan lingkungan kampus, di hadapan lebih dari 3.000 mahasiswa baru Perguruan Tinggi Pelita Bangsa, di Kampus Terpadu Cikarang, belum lama ini.

“Seluruh anak bangsa di mana pun berada, Pelita Bangsa yang hebat membuka kesempatan bagi saudara-saudara menjadi mahasiswa, bukan mahasiswa biasa tapi mahasiswa yang siap berbakti kepada nusa dan bangsa,” kata Prof Haryono yang juga Guru Besar Universitas Airlangga Surabaya.

Namun, untuk menjadi mahasiswa yang tidak biasa itu, Prof Haryono menyodorkan sejumlah persyaratan. Ketika mahasiswa masuk kampus, maka ia harus siap menundukkan kepala, karena harus rajin membaca segala literatur. Mahasiswa juga harus siap menengadahkan kepala, karena harus mendengarkan kuliah dari para dosen.

“Membaca dan mendengar ini merupakan salah satu dari kekuatan untuk mengisi diri sendiri. Sebagai calon mahasiswa, saudara harus menyiapkan diri sendiri, untuk semakin lama semakin percaya kepada diri sendiri. Diri sendiri yang ada isinya, bukan diri sendiri yang kosong, diri sendiri yang mempunyai hati, diri sendiri yang mempunyai cinta, dan diri sendiri yang mempunyai iman dan takwa, ” jelas begawan pemberdayaan keluarga ini, yang terkenal dengan gagasan pembentukan pos pemberdayaan keluarga (Posdaya), yang telah menyebar di hampir seluruh pelosok pedesaan, yang kemudian disambut gegap gempita oleh ribuan mahasiswa baru itu.

Kepercayaan kepada diri sendiri, menurut Prof Haryono, merupakan syarat utama bagi seorang calon sarjana dan bagi sarjana. “Ketika menjadi seorang sarjana setelah menimba ilmu selama delapan semester ke depan, ketika lulus dari Pelita Bangsa, saudara akan menjadi ‘pelita bangsa’. Saudara akan menyinari bangsa ini, menjadi sorotan, menjadi arang dari anak bangsa di seluruh tanah air,” tegas Prof Haryono.

KKN Tematik Posdaya

Selain memberikan kuliah umum, secara maraton hari itu juga, Prof Haryono menyampaikan pemaparan tentang KKN Tematik Posdaya yang akan dilaksanakan para mahasiswa Pelita Bangsa yang telah memasuki masa kuliah semester ketujuh.

Prof Haryono menjelaskan secara rinci mengenai apa itu Posdaya, dan bagaimana membentuknya, untuk kemudian memfungsikannya sehingga bisa menjadi mesin pemberdayaan masyarakat, ikut ambil bagian dalam mengentaskan kemiskinan. “Posdaya itu dibuat oleh masyarakat luas di desa, dan diperlakukan sebagai forum pertemuan dari lingkaran-lingkaran kecil masyarakat. Biasanya nanti, kalau mahasiswa datang KKN ke desa, itu sudah ada lingkaran-lingkaran kecil masyarakat,” jelas Prof Haryono.

Mantan Menko Kesra dan Taskin sekaligus Kepala BKKBN ini, menyarankan kepada para mahasiswa yang akan ber-KKN, untuk membentuk kelompok-kelompok kecil terdiri dari tiga sampai lima mahasiswa, yang harus kulonuwun pada kepala desa atau kepala kelurahandusun, pak RT atau pak RW. Ketua LPPM harus melakukan pertemuan dengan Pak Camat. “Jangan langsung mendatangi rumah-rumah penduduk, agar tidak salah sangka.

Apalagi sebentar lagi ada Pilkada, jangan sampai dikira melakukan kegiatan politik, ” pesan Prof Haryono, seraya menekankan pos pemberdayaan keluarga bukan partai politik, bukan juga organisasi massa. “Tetapi, hanya merupakan forum di mana orang desa dapat berkumpul bersama, membicarakan pemberdayaan keluarga yang ada di desa,” jelasnya.

KKN Tematik Posdaya Pelita Bangsa diikuti sekitar 170 mahasiswa semester tujuh, yang dilaksanakan di dua kecamatan yang ada di Cikarang, yaitu Kecamatan Cikarang Pusat dan Cikarang Selatan. “Dari pertemuan yang dilakukan dengan Bapak Camat, dari pembicaraan kemarin, minimal tiap satu kelurahan dibentuk satu Posdaya dan akan diupayakan lebih dari satu Posdaya,” kata Ketua LP3M Perguruan Tinggi Pelita Bangsa Drs Retno Purwani MM.

KKN Tematik Posdaya ini merupakan yang perdana bagi Pelita Bangsa, dengan mengangkat tema “Menyiapkan Jiwa Wirausaha bagi Masyarakat, Menciptakan Lingkungan Bersih dan Sehat”.
“KKN akan dilaksananan, diawali dengan pertemuan para mahasiswa KKN dengan pejabat di lingkungan Kecamatan Cikarang Pusat dan Cikarang Tengah pada 5 Oktober 2015, yang diikuti dengan pembentukan kelompok mahasiswa, untuk kemudian ditempatkan di desa-desa yang ada di dua kecamatan tersebut,” jelas Retno.(end)