Untri Gelar Kegiatan Sakral Akademik

JAKARTA-(TERBITTOP.COM)-Universitas Trilogi Jakarta, kembali menggelar kegiatan sakral akademik yakni penerimaan mahasiswa baru Angkatan 2015/2016, melalui sidang Senat dan Guru Besar secara terbuka. “Di Universitas Trilogi ada dua kegiatan sakral akademik, pertama ketika menerima mahasiswa baru dan yang kedua saat melepas lulusan dalam bentuk wisuda sarjana,” kata Rektor Universitas Trilogi, Prof Dr Asep Saefuddin di Atrium […]

penerima mahasiswa untriJAKARTA-(TERBITTOP.COM)-Universitas Trilogi Jakarta, kembali menggelar kegiatan sakral akademik yakni penerimaan mahasiswa baru Angkatan 2015/2016, melalui sidang Senat dan Guru Besar secara terbuka. “Di Universitas Trilogi ada dua kegiatan sakral akademik, pertama ketika menerima mahasiswa baru dan yang kedua saat melepas lulusan dalam bentuk wisuda sarjana,” kata Rektor Universitas Trilogi, Prof Dr Asep Saefuddin di Atrium Universitas Trilogi, belum lama ini.

Keduanya, menurut pakar statistika ini, sama pentingnya. Namun, yang tak kalah pentingnya adalah, ketika para mahasiswa itu lulus, menyandang gelar sarjana baik yang S1 maupun S2, untuk kemudian menerapkan pengetahuannya yang didapat selama kuliah. Mereka menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kepentingan sebagai profesional, entrepreneur, birokrat, manajer, atau pegiat lainnya.

Untuk para mahasiswa barunya, Universitas Trilogi menyelenggarakan kegiatan program pengenalan kampus yang berlangsung sejak Mei lalu, dan PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru)selama 3 hari penuh. Prof Asep menyebut, survei yang dilakukan secara intern, kegiatan PKKMB membawa manfaat bagi lebih dari 95 persen mahasiswa baru.

Tema yang diangkat PKKMB yakni Bangga dan Cinta, diharapkan Prof Asep agar diimplementasikan untuk membangun masyarakat Indonesia yang sejahtera. Do your best, let God do the rest. If there is a will, there is a way. Man jadda, wa jada. Atau orang Priangan menyebutnya mun keyeng tangtu pareng. Kalau kita sungguh-sungguh, maka hasilnya akan sangat baik. Kami yakin itu. Banggalah dan cintailah Indonesia,” tegasnya yang disambut tepuk tangan lebih dari seribu mahasiswa baru Universitas Trilogi.

Prof Asep juga berharap, para mahasiswa baru selalu menegakkan disiplin, menghargai waktu, dan jangan bermalas-malasan. Jadilah orang kreatif optimis bukan destruktif pesimis. “The creative optimist always search opportunities in difficulties, while those who are pessimists always seek difficulties in opportunities,” ungkapnya.

Prof Asep juga menyitir apa yang dikemukakan Martin Luther King, yang mengatakan, “Everyone must decide whether he/she walks in the light of creative altruism or in the darkness of destructive selfishness. Artinya kepedulian terhadap sesama akan meningkatkan kreatifitas yang membawa kita ke dunia terang benderang,” jelasnya.

Hadir pada acara tersebut antara lain Anugerah Trilogi 2015, yakni Addie MS sebagai penerima Anugerah Artpreneur karena ia seorang seniman yang peduli terhadap jiwa seni generasi muda bahkan generasi usia dini. Kemudian Mahendra seorang social entrepreneur yang membangun masyarakat di NTT dan Papua melalui agribisnis dan teknologi terapan.

Salah seorang penerma anugerah yang tidak adalag Kamir Brata penerima anugerah teknologi terapan penemu teknologi lubang resapan biopori yang sedang beribadah haji dan Budi Setyawan penerima anugerah agroteknopreneur yang tengah sibuk dengan kuliag S3 di Unand. “Mereka semuanya siap membantu masa depan para mahasiswa Trilogi untuk menjadi teknopreneur demi kemajuan bangsa,” pungkas Prof Asep. (ril/end/ris)