Unsoed Kembangkan Posdaya Di Pesisir Pantai

PURWOKERTO-(TERBITTOP.COM)-Universitas Jenderal Sudirman (Unsoed) akan mengembangkan Posdaya (Pos Pemberdayaan Masyarakat) di daerah pesisir pantai dengan mengolah hasil rumput laut serta hasil pertanian lainnya yang bisa diolah di lahan tepi pantai,karena di kampus ini memiliki Fakultas Bidang Kelautan dan Perikanan.Jadi tidak saja menanam rumput laut tetapi akan mengembangkannya diolah menjadi produk yang siap pasar. Disamping dibidang […]

prof haryono saat melepas KKN Tematik UnsoedPURWOKERTO-(TERBITTOP.COM)-Universitas Jenderal Sudirman (Unsoed) akan mengembangkan Posdaya (Pos Pemberdayaan Masyarakat) di daerah pesisir pantai dengan mengolah hasil rumput laut serta hasil pertanian lainnya yang bisa diolah di lahan tepi pantai,karena di kampus ini memiliki Fakultas Bidang Kelautan dan Perikanan.Jadi tidak saja menanam rumput laut tetapi akan mengembangkannya diolah menjadi produk yang siap pasar. Disamping dibidang pertanian akan mengembangkan bibit pisang cavendish serta
sayur bayam, cabe dan terong sehingga menjadi kebun bergizi.

“Unsoed siap mengembangkan olahan hasil laut dan bibit cavendish tersebut,serta menciptakan managemen keuangan yang sederhana bagi para pedagang,”kata Rektor Universitas Jeneral Soedirman (Unsoed),Dr Ir H Achmad Iqbal Msi menjawab wartawan di sela sela acara pelepasan peserta KKN Tematik Posdaya di kampus Unsoed, Purwokerto, Jawa Tengah, Senin (27/8).

Sebelumnya Ketua Yayasan Damandiri Prof Haryono menyarankan agar Unsoed mengembangkan hasil pengolahan laut tidak saja menanam rumut laut tetapi mengembangkan olahannya tersebut. Damandiri juga memberikan 1 truck bibit pisang cavendish sebanyak 2500 bibit untuk ditebar oleh mahasiswa KKN Tematik Unsoed. Selain membuatkan managemen audit sederhana bagi para pedagang, Unsoed diharapkan bisa membuat daftar isian Posdaya.

Rektor Unsoed menyambut baik usulan tersebut dan bersedia mengembangkan olahan hasil laut itu dengan membangun Posdaya di pesisir pantai.Sebanyak 2.542 mahasiswa Unsoed akan mengikuti KKN di Tematik yang disebar di sejumlah kabupaten seperti Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, Brebes, dan Kebumen.

Selain jajaran petinggi di Unsoed, pelepasan peserta KKN juga dihadiri Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono, Sekretaris Yayasan Yamandiri Dr Sudarmadji, Deputi Umum Dr Mulyono D Prawiro serta Kepala Badan Narkoba Nasional Kabupaten (BNNK) Purbalingga, AKBP Edi Santosa MSi.

Rektor menambahkan, mahasiswa harus bisa mengubah kesan desa miskin menjadi daerah potensial seperti halnya perkotaan “Sesungguhnya desa punya segudang potensi.Ajang KKN ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa mengaplikasikan ilmunya yang didapat dari bangku kuliah.” kata Rektor Dr Ir H Achmad Iqbal.

Dikatakan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk mengembangkan kehidupan desa. Dengan demikian, perguruan tinggi membangun kepekaan terhadap dinamika masyarakat desa yang jumlahnya lebih lebih besar ketimbang masyarakat kota. “Program kuliah kerja nyata (KKN) harus bisa menghilangkan sekat-sekat yang mengabaikan peran desa. Sekaligus menghilangkan stigma yang menyebutkan hidup di desa tak menjanjikan,”tuturnya.

Rektor mengatakan, Unsoed tetap akan mempertahankan KKN bagi mahasiswanya, karena memiliki fungsi ganda,yakni bermanpaat bagi pemerintah daerah dan mahasiswa.Bahkan kini berkembang menjadi KKN Tematik, dimana Unsoed adalah pioner berlangsungnya KKK Tematik Posdaya. OLeh karenanya kata rektor, Unsoed tetap melakukan KKN bagi mahasiswanya, serta concern dengan pembangunan pedesaan berkelanjutan untuk menciptakan desa mandiri.

“Pembangunan desa mandiri menjadi program kelanjutan KKN mahasiswa Unsoed,”kata Dr Ir H Achmad Iqbal. Bahkan lanjutnya, dalam pelaksanaan KKN Tematik Posdaya terus mengembangkan KKN terus hingga ke desa desa di sekitar Banyumas,”ujarnya. Rektor juga berharap, mahasiswa peserta KKN Tematik Posdaya untuk menyerap semua permasalahan yang ada di masyarakat, sehingga bisa di aplikasikan bagi pemberdayaan masyarakat.
Segudang Potensi
“Desa memiliki segudang potensi yang bisa dikembangkan.Mahasiswa bisa mengubahnya dengan membentuk desa mandiri,”kata rektor. Dengan adanya desa mandiri, maka harus ada Posdaya mandiri dan pos lainya. Rektor berharap mahasiswa bisa mengembangkan desa mandiri di desa desa yang tertinggal.Unsoed akan memperluas jangkauan KKN bagi mahasiwanya ke daerah kabupaten di sekitar Banyumas.

Pada kesempatan itu Ketua Yayasan Damandiri,Prof Haryono berpesan agar mahasiswa memiliki sikap mental baja dalam menghadapi masyarakat desa. Karena banyak masyarakat desa yang hidupnya masih prasejahtera. “Ini tantangan bagi peserta KKN Tematik agar bisa mengubah kehidupan masyarakat menjadi lebih baik. Mahasiswa harus mengedepankan kebersamaan, gotong royong dan sikap santun,” ujarnya.

Prof Haryono menganalogikan kegiatan KKN mahasiswa dengan ulat bulu dan kupu kupu. Ulat bulu tidak disukai karena membuat gatal. Namun, ulat bulu yang mengubah diri menjadi kepompong lalu kupu-kupu akan memperlihatkan keindahan bagi yang melihatnya. “Kehadiran mahasiswa harus membawa makna dan bermanfaat bagi masyarakat.

Mahasiswa harus bisa menginspirasi dan terinspirasi oleh desa,” ucap Haryono menegaskan.
Seusai pembukaan KKN, Prof Dr Haryono, Sekretaris Dr Sudarmadji dan Deputi Umum Dr Mulyono D Prawiro beramah tamah di Gedung Rektorat Unsoed.Dalam kesempatan itu, Rektor Unsoed yang didampingi Kepala LPPM Prof Suwarto minta Yayasan Damandiri meningkatkan kerja sama program KKN tematik, karena banyak bupati yang berminat dengan program ini. Hal ini juga sesuai Pola Ilmiah Pokok Unsoed, yaitu mengembangkan pedesaan secara berkelanjutan. “KKN tematik ini besar manfaatnya.

Misalnya, baru baru ini Bupati Banyumas datang ke Unsoed minta agar Unsoed membantu manangani masalah resiko kematian ibu hamil. Permintaan ini tentu kami sanggupi, karena Unsoed punya Fakultas Kedokteran.

“Lalu kita bentuk KKN Tematik reksiko kematian ibu hamil.Kami juga punya KKN Mitigasi Bencana, KKN Pesantren, KKN Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM), KKN Kerja Usaha, dan masih banyak lagi tergantung kebutuhan,” kata Achmad Iqbal.Permintaan ini disambut gembira Ketua Yayasan Damandiri. Bahkan, Haryono minta KKN di Unsoed dikembangkan di masyarakat pesisir.

Menurut Prof Haryono, pihaknya akan memberikan bantuan bibit pisang cavendish sebanyak 2500 bibit dan bibit bayam dan cabe sehingga, mahasiswa nantinya dapat mengembangkan tanaman tersebut, sehingga terciptanya kebun gizi ditengah masyarakat desa.

Selain juga Unsoed bisa menciptakan managemen keuangan yang sederhana pada pedagang yang dibina selama ini. “Dengan adanya ada tabur puja yang dibina oleh kampus Unsoed, seperti di Cilacap- Purbalingga, mereka melayani anggota Posdaya yang usaha tidak saja produksi tetapi perdagangan,”kata Prof Haryono.(ris)