STIKes Mitra RIA Husada Cetak Lulusan Mampu Menangani Masalah

JAKARTA (TERBITTOP)– Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra RIA Husada yang dikelola Yayasan Karya Bhakti RIA Pembangunan mencetak para lulusannya yang tak hanya tahu ilmu, tapi juga mampu mengatasi masalah di bidang kesehatan, terutama masalah kebidanan. “Kita tidak saja menyiapkan mahasiswa untuk ujian akhir, terutama yang di D3, tapi juga kemampuan untuk menangani masalah, bukan […]

DR StikesJAKARTA (TERBITTOP)– Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra RIA Husada yang dikelola Yayasan Karya Bhakti RIA Pembangunan mencetak para lulusannya yang tak hanya tahu ilmu, tapi juga mampu mengatasi masalah di bidang kesehatan, terutama masalah kebidanan.

Kita tidak saja menyiapkan mahasiswa untuk ujian akhir, terutama yang di D3, tapi juga kemampuan untuk menangani masalah, bukan pengetahuannya saja. Oleh karena itu di UU Tenaga Kesehatan disebutkan, tenaga kesehatan ini harus diuji kompetensinya,” kata Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra RIA Husada, Dr H Hakim Sorimuda Pohan, Sp.OG di Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (1/7).

Dr Hakim mengambil contoh, ketika pertama kalinya STIKes Mitra Ria Husada mengirimkan mahasiswanya untuk ikut uji kompetensi tahun lalu, dari 75 peserta uji kompetensi, 74 peserta berhasil lulus.

“Mudah-mudahan itu kualitas sekolah kita yang boleh dikatakan sudah di atas,” tambahnya.

Jadi, saat ini, mahasiswa tak hanya dituntut untuk lulus ujian dari mata-mata kuliah yang diujikan, tapi juga harus lulus uji kompetensi.

“Jadi kualitas sekolah sekarang diukur dari apakah uji kompetensinya berhasil atau tidak,” kata Dr Hakim, menyinggung visi sekolah tinggi ilmu kesehatan yang beralamat di Balai Bina Kerta Raharja Karya Bhakti RIA Pembangunan, Jalan Karya Bhakti No3 Cibubur, Jakarta Timur itu. Visinya itu antara lain, menghasilkan tenaga ahli di bidang kesehatan yang profesional, berkompetensi tinggi, serta berkarakter yang mampu untuk ikut serta menangani masalah-masalah kebidanan dan kesehatan masyarakat.

Salah satu bentuk uji kompetensi yang dilakukan STIKes Mitra RIA Husada, menurut Dr Hakim, berbentuk esai komputerisasi. “Jadi kalau ada kendala di dalam penanganan teknik komputernya sendiri, dia (mahasiswa-red) jadi bermasalah. Selain lulus bidan, kemampuan komputernya juga sudah baik,” jelasnya.

Saat ini STIKes Mitra RIA Husada telah menandatangani kerja sama dengan Kabupaten Bogor. “Kabupaten Bogor bersedia untuk kita gunakan sebagai lahan praktek di puskesmas, di rumah sakit, dan bidan-bidan yang ada di Kabupaten Bogor. Tempat kita melakukan penelitian, juga tempat kita melakukan pengabdian terhadap masyarakat. Kalau kerja sama dengan DKI, dengan wilayah Cibubur. Kita tidak tinggalkan. Yang paling dekat ya DKI. Seperti kemarin, kita memenuhi undangan Kasubdin Jakarta Timur. Mereka ajak kita untuk melakukan semacam sensus pada wilayah- wilayah kumis (kumuh dan miskin). dan wilayah-wilayah kupat (kumuh dan padat) yang ada terutama di rumah susun,” paparnya.

STIKes Mitra RIA Husada pada bulan Juli ini sedang ujian akhir, dan perkuliahan akan dimulai pada 1 September 2015. “Jadi mereka minta sensusnya sudah selesai sebelum Lebaran. Kita selalu diikutkan di wilayah Jakarta Timur. Dulu kita kerja sama dengan Kabupaten Purwakarta. Itu juga tidak kita lepas, tapi memperhitungkan jauh jaraknya, lebih baik kita menjalin hubungan dengan Kabupaten Bogor. Kota Bogor juga kita bina kerja sama,” pungkasnya. (*)