Universitas: Antara Islam dan Barat

Tidak banyak yang mengetahui bahwa ide universitas modern sebenarnya berasal dari dunia Islam. Hal ini tidaklah mengherankan karena universitas di dunia Islam jauh lebih dahulu muncul daripada universitas tertua di Barat. Universitas paling awal di Eropa Barat muncul pada sekitar abad kedua belas, bandingkan dengan universitas Qarrawiyin di Fez (Maroko) yang berdiri sejak 859 M dan al-Ahzar di Kairo (Mesir) yang berdiri tahun 975 M. Kemiripan ini dapat dilihat dari beberapa kemiripan dari istilah Selengkapnya […]

Tidak banyak yang mengetahui bahwa ide universitas modern sebenarnya berasal dari dunia Islam. Hal ini tidaklah mengherankan karena universitas di dunia Islam jauh lebih dahulu muncul daripada universitas tertua di Barat. Universitas paling awal di Eropa Barat muncul pada sekitar abad kedua belas, bandingkan dengan universitas Qarrawiyin di Fez (Maroko) yang berdiri sejak 859 M dan al-Ahzar di Kairo (Mesir) yang berdiri tahun 975 M.

Kemiripan ini dapat dilihat dari beberapa kemiripan dari istilah universitas modern dengan tradisi universitas Islam terdahulu. Kata university sendiri diambil dari bahasa latin universitas. Wan Mohd Nor Wan Daud menjelaskan bahwa istilah ini merupakan istilah yang berasal dari tradisi Islam yaitu kulliyat yang bermakna universal. Penggunaan istilah ini dikarenakan ilmu di dalam Islam dipahami sebagai sesuatu yang universal.Universitas di dunia Islam pada dasarnya dipahami sebagai institusi yang merefleksikan seorang manusia universal (al-insan al-kulli atau al-insan al-kamil). Di dalam Islam sosok insan kamil ini dicerminkan dari sosok Nabi Muhammad saw. Itu sebabnya tujuan pendirian universitas di dalam Islam adalah menghasilkan manusia universal yang berilmu dan beramal shalih seperti Nabi Muhammad saw.

Karena universitas merupakan peniruan terhadap sosok seorang manusia, maka universitas disusun dalam bagian-bagian yang disebut dengan quwwah yang memiliki pengertian kekuatan dalam organ tubuh. Istilah ini kemudian diadopsi oleh universitas di Barat dengan menggunakan istilah faculty (fakultas) yang merupakan terjemahan dari istilah quwwah.

Universitas-universitas di Barat mulanya juga didirikan untuk mencetak manusia-manusia universal yang menguasai berbagai cabang ilmu yang berkaitan, bukan seperti universitas saat ini yang mencetak para spesialis yang hanya menguasai suatu cabang ilmu sempit secara mendalam. Lulusannya haruslah mencitrakan seorang yang cerdas, bersikap tenang, memiliki cita rasa tinggi, mulia serta terhormat.

Namun, tidak seperti universitas di dunia Islam yang menjadikan Nabi Muhammad saw. sebagai contoh nyata manusia ideal, universitas di Barat tidak memiliki tokoh sentral serupa. Ada banyak pemikir dan pahlawan hebat dalam tradisi Barat namun tidak seorang pun yang dijadikan teladan sepanjang masa seperti di dalam dunia Islam. Bahkan meskipun beragama Kristen, orang-orang Barat tidak pernah bermaksud meneladani sosok Yesus, kecuali hanya sekedar menjalankan ajaran-ajarannya.

Dari sini dapat kita lihat bahwa universitas dalam tradisi Islam dan Barat di masa lalu memiliki tujuan yang serupa, yaitu mencetak manusia ideal, meskipun dalam penjabaran manusia ideal itu terdapat perbedaan nyata antara universitas Islam dan Barat. Wujud universitas modern masa kini yang hanya cenderung menghasilkan robot-robot pekerja industri tak pelak telah menyimpang jauh dari tujuan awal pendirian universitas itu sendiri. (Wendi Zarman)

Tulisan ini telah dimuat di koran Pikiran Rakyat tanggal 16 Juni 2011